Tuesday, 18 December 2018

Kayu Sanrego, Kisah dan Manfaatnya

Tanaman ini sangat populer di kalangan laki-laki yang memiliki khasiat alami tradisional serbaguna untuk menyembuhkan penyakit dan khusus untuk menambah kekuatan seksualitas. Tanaman ini bernama kayu Sanrego yang dalam bahasa latinnya disebut Lunasia Amara yang telah dikenal diseantero nusantara bahkan sampai keluar negeri.
Kayu Sanrego, Kisah dan ManfaatnyaSanrego sendiri sebenarnya nama sebuah desa yang terletak di Kecamatan Kahu, letaknya sekitar 115 kilometer dari Kota Watampone, atau sekitar 15 kilometer dari Palattae, ibu kota Kahu. Desa ini berbatasan langsung dengan Desa Tompong Patu.  Jenis tanaman Sanrego berupa rerumputan dengan tinggi maksimal satu meter dan berdaun kecil. 

Tanaman Sanrego ini banyak tumbuh subur di wilayah itu, saking suburnya maka desa itu diberi nama desa Sanrego. Sebelum mengetahui khasiatnya, penduduk desa Sanrego dahulu menganggap Sanrego adalah tanaman hama. 
Andi Patawari, tokoh masyarakat setempat mengatakan, Sanrego berasal dari kata sanreseng menre ri Gowa. 
Pada saat itu kata Patawari, Gowa masih menancapkan kuku kekuasaannya di Tana Bone, sehingga raja yang ditempatkan di Bone, harus selalu menghadap ke kerajaan Gowa. Dan, penghadapan raja baru sah apabila disertai Arung Sanrego.
Menurut penduduk setempat, awal mula diketahuinya manfaat kayu Sanrego bukan melalui penelitian medis tapi secara kebetulan ketika seorang petani menemukan khasiat Sanrego melalui pengamatannya terhadap seekor kuda jantannya. Kuda itu setiap hari memakan rumput dan belukar disekitar desa yang memang banyak ditumbuhi kayu Sanrego. Alhasil, kuda jantannya itu sangat kuat meladeni betinanya. Dari situlah, maka warga mulai memanfaatkan khasiatnya. Ternyata selain berfungsi meningkatkan kekuatan seksualitas, sanrego juga mampu mengobati beberapa jenis penyakit dalam.
Kayu Sanrego, tumbuh di atas batu yang bersusun dua, penduduk setempat menyebutnya batu sitoppoe. Lokasi ini berada sekitar lima kilometer dari jalan poros desa, tepatnya di perbatasan Sanrego Kecamatan Kahu dengan Desa Lamoncong Kecamatan Bontocani.  Untuk mencapai lokasi ini, harus menempuh medan berat. Di musim hujan, daerah ini hanya bisa dicapai dengan berjalan kaki menyusuri jalan setapak. Selain lokasi tumbuhnya dalam hutan pegunungan, juga butuh keahlian khusus memahami jenis tanamannya.
Kayu Sanrego itulah yang dimaksud dalam sebuah kisah “Bolong Sanrego”. Pohon kayu tersebut hampir sama dengan tananaman perdu lainnya yang tumbuh liar. Hanya saja, tanaman ini punya keistimewaan, karena akarnya mencengkram kuat batu bersusun dua tersebut.
Mengolah kayu sanrego tidak sesulit mencarinya, batang kayunya cukup direbus kemudian dicampur dengan kopi atau teh. Khasiatnya kini dipercaya mampu menandingi kekuatan ramuan obat lainnya bahkan sudah terkenal hingga ke India. Hasil penelitiannya telah dibuat dalam bentuk jamu dan ramuan obat kemasan. Khasiat kayu tersebut bukan hanya untuk vitalitas seksual, tapi juga untuk bekerja. “Banyak orang yang meminum hasil rendaman kayu tersebut dicampur es, sebelum turun ke sawah. Katanya, mereka jadi lebih kuat mencangkul,” ujar Patawari.
Manfaat kayu sanrego  yaitu :
  • Mengobati penyakit lemah sahwat
  • Mengobati penyakit diabetes
  • Menambah vitalitas laki-laki/perempuan dalam hubungan intim
  • Mengobati penyakit malaria
  • Mengeluarkan toksin dalam darah/termasuk gigitan ular
  • Terapi saluran pernapasan ( tuberkolose ).
  • Meningkatkan pertumbuhan sel serta metabolime aliran darah pada lapisan tissue yang banyak terdapat pada kemaluan laki-laki dan wanita

No comments: